Banjar, 29 Januari 2026 — Komisi II DPRD Kota Banjar menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Galeri UMKM Sukma Kenanga sebagai pusat promosi dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Padahal, dari sisi fisik, bangunan galeri tersebut dinilai sudah cukup representatif.
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjar, Budi Kusmono, menilai keberadaan galeri semestinya mampu menjadi etalase utama produk unggulan daerah sekaligus motor penggerak peningkatan daya saing UMKM. Namun hingga kini, fungsi tersebut belum berjalan maksimal.
“Galeri UMKM Sukma Kenanga belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana promosi dan pemasaran. Ke depan, perlu pembinaan yang lebih intensif, standarisasi kemasan, serta perbaikan manajemen galeri agar benar-benar berdampak pada peningkatan daya saing UMKM dan PAD daerah,” ujar Budi Kusmono, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, tanpa pengelolaan yang profesional dan strategi pemasaran yang jelas, keberadaan galeri dikhawatirkan hanya menjadi bangunan fisik tanpa kontribusi nyata bagi pelaku UMKM maupun pendapatan asli daerah (PAD).
Komisi II DPRD Kota Banjar mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem pengelolaan galeri, kurasi produk, hingga pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Standarisasi kemasan dan kualitas produk juga dinilai penting agar mampu bersaing, baik di pasar regional maupun nasional.
DPRD berharap Galeri UMKM Sukma Kenanga ke depan tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat pemasaran yang strategis dan berkelanjutan bagi UMKM Kota Banjar